Cara Mengajar Les Privat Anak SD

Rekomendasi Tips Cara Mengajar Les Privat Anak SD

Mengajar les privat anak SD adalah hal yang gampang-gampang susah. Pelajaran yang diajarkan masih dalam tahap dasar dan belum harus berurusan dengan elemen-elemen mata pelajaran yang kompleks.

Cara Mengajar Les Privat Anak SD

Namun energi anak SD yang meluap-luap dan sikap yang masih mudah moody jadi tantangan sendiri agar materi pelajaran yang diajarkan bisa tersampaikan dengan baik.

Selain strategi yang efektif, cara mengajar les privat anak sekolah dasar juga diperlukan kesabaran yang tinggi karena karakter anak sekolah dasar yang masih labil.

Guru privat yang profesional adalah guru yang bisa mengenali karakter siswanya sehingga bisa menerapkan metode belajar yang tepat dan bisa mencapai target les yang sebelumnya sudah ditentukan bersama dengan orang tua anak.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk cara mengajar les privat anak SD yang direkomendasikan.

Sampaikan peraturan pada siswa

Masing-masing guru baik itu guru sekolah maupun guru privat pastinya punya peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh siswanya.

Namun tidak semua guru mau atau berinisiatif untuk menyampaikan peraturan tersebut kepada siswa yang diajar, padahal anak seumuran SD sudah paham mengenai aturan dan akan lebih memiliki rasa tanggung jawab apabila ia merasa terlibat langsung dalam peraturan tersebut.

Cara mengajar les privat anak SD tips yang pertama adalah dengan menyampaikan aturan apa saja yang berlaku selama sesi belajar, Anda bahkan bisa memberikan kesempatan bagi siswa untuk bernegosiasi misalnya untuk merundingkan toleransi waktu keterlambatan.

Berikan konsekuensi apabila ada pelanggaran dan berikan penghargaan apabila ia berhasil melalui sesi belajarnya dengan baik.

Hindari menggunakan bahasa negatif

Anak seusia SD adalah anak-anak dengan perilaku yang iseng, penuh dengan rasa penasaran, dan masih belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar sehingga cenderung melakukan hal-hal yang tak terkontrol untuk mengekspresikan dirinya. Hal-hal seperti ini akan banyak ditemui ketika Anda melakukan sesi belajar bersama dengan siswa SD.

Yang sebaiknya dilakukan adalah menghindari kalimat-kalimat larangan seperti “jangan” melainkan mengganti kalimatnya dengan bahasa yang berkonotasi positif.

Misalnya ketika ia coret-coret meja katakanlah “Coret-coretnya di kertas ini saja”, atau ketika ia sudah mulai tidak bisa duduk diam katakanlah “Duduklah tenang di sini”.

Begitu juga ketika ia melakukan kesalahan ketika mengerjakan soal, berikan dukungan bukannya menekankan bahwa yang ia kerjakan adalah salah.

Berikan pujian sesuai porsinya

Memberikan pujian pada anak kelas SD adalah salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dan sangat penting untuk kualitas belajarnya. Namun bukan berarti setiap tindakannya harus diberikan pujian.

Cara mengajar les privat anak SD adalah dengan memberikan pujian sesuai porsinya. Fokuskan pada hal-hal baik yang ia lakukan karena keinginannya sendiri bukan karena ia melakukan perintah atau orang lain.

Tidak memberikan pujian saat ia menyelesaikan pekerjaan rumahnya karena itu merupakan kewajibannya. Namun berikan pujian ketika ia mengerjakan soal-soal di luar porsi PR-nya karena keinginannya sendiri. Yang Anda lakukan tinggal mengevaluasi dan memberikan penjelasan pada bagian yang masih kurang tepat.

Jaga komunikasi dengan orang tua

Cara mengajar les privat anak SD yang tidak kalah pentingnya adalah dengan menjaga komunikasi dengan orang tuanya. Karena orang tua adalah pendidik anak yang utama.

Komunikasikan mengenai tipe belajar yang paling nyaman dan pas untuk anak, bagaimana perkembangan akademisnya, hal apa saja yang bisa menjadi hambatan anak dalam belajar.

Sehingga lepas dari sesi les privat orang tua masih bisa melanjutkan pendampingan belajar ketika ia tidak sedang berada di sekolah maupun les privat.

Bagi Seorang pengajar melihat siswa berhasil dan sukses dalam akademiknya merupakan kebahagian tersendiri, dan semua itu bermula dari kemauan guru untuk belajar dan menambah pengetahuan pedagogiknya.

Memang tidak mudah untuk menghadapi anak SD dengan usia perkembangannya yang membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan siswa umur remaja.

Dibutuhkan kesabaran yang lebih dalam mengajar, variasi dalam cara penyampaian, tetap ceria untuk menjaga mood atau perasaan siswanya.

Sekali lagi anda sebagai pengajar agar tidak berhenti untuk belajar dan belajar, baik materi ajar juga lainnya yang menunjang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *